Ciri-ciri Model Pembelajaran yang Perlu Dipahami Guru
Ciri-ciri model pembelajaran merupakan karakteristik yang membedakan model pembelajaran dengan pendekatan, metode, strategi, maupun teknik pembelajaran. Memahami ciri-ciri tersebut penting agar guru dapat mengenali apakah suatu pendekatan benar-benar termasuk model pembelajaran atau hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, istilah model pembelajaran sering digunakan bersamaan dengan berbagai konsep lain. Akibatnya, tidak sedikit pendidik yang masih menganggap semua cara mengajar sebagai model pembelajaran. Padahal, sebuah model pembelajaran memiliki karakteristik tertentu yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri model pembelajaran menjadi langkah penting sebelum mempelajari berbagai model pembelajaran yang berkembang saat ini.
Daftar Isi
Apa yang Dimaksud dengan Ciri-ciri Model Pembelajaran?
Ciri-ciri model pembelajaran adalah karakteristik atau tanda khusus yang menunjukkan bahwa suatu konsep dapat dikategorikan sebagai model pembelajaran. Karakteristik tersebut menjadi pembeda antara model pembelajaran dengan metode, strategi, pendekatan, maupun teknik pembelajaran.
Setiap model pembelajaran memiliki landasan teori, tujuan, langkah pelaksanaan, serta komponen yang saling berkaitan. Karena itu, sebuah model pembelajaran tidak hanya berisi cara mengajar, tetapi juga menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran secara sistematis.
Memiliki Landasan Teoretis yang Jelas
Salah satu ciri-ciri model pembelajaran adalah memiliki landasan teoretis yang kuat. Setiap model lahir berdasarkan teori belajar tertentu yang menjadi dasar pengembangannya.
Landasan teori tersebut menjelaskan bagaimana peserta didik belajar, bagaimana guru berperan dalam pembelajaran, serta bagaimana proses belajar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan adanya dasar teori, model pembelajaran memiliki pijakan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Memiliki Tujuan Pembelajaran yang Jelas
Karakteristik berikutnya adalah memiliki tujuan yang telah dirumuskan secara jelas. Setiap model pembelajaran dikembangkan untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi tertentu.
Tujuan tersebut menjadi arah dalam seluruh proses pembelajaran. Oleh sebab itu, setiap komponen yang terdapat dalam model pembelajaran selalu disusun agar mendukung pencapaian tujuan tersebut.
Kejelasan tujuan juga memudahkan guru dalam merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Memiliki Sintaks atau Tahapan Pembelajaran
Ciri-ciri model pembelajaran yang paling mudah dikenali adalah adanya sintaks atau urutan langkah pembelajaran. Sintaks merupakan tahapan sistematis yang harus diikuti agar model dapat diterapkan sesuai konsep aslinya.
Setiap model memiliki sintaks yang berbeda. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik serta proses pembelajaran yang khas. Meskipun demikian, seluruh tahapan disusun secara runtut sehingga kegiatan belajar berlangsung secara terarah.
Memiliki Sistem Sosial dalam Pembelajaran
Model pembelajaran juga memiliki sistem sosial yang mengatur hubungan antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Sistem sosial menjelaskan peran masing-masing pihak, bentuk interaksi yang terjadi, serta pola komunikasi yang dibangun selama kegiatan belajar. Ada model yang menempatkan guru sebagai fasilitator, sedangkan model lainnya memberikan peran lebih besar kepada peserta didik dalam membangun pengetahuan.
Keberadaan sistem sosial menjadi salah satu pembeda utama antara model pembelajaran dengan metode pembelajaran.
Memiliki Prinsip Reaksi Guru
Karakteristik lainnya adalah adanya prinsip reaksi guru. Prinsip ini menjelaskan bagaimana guru merespons aktivitas, pertanyaan, maupun perkembangan belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Prinsip reaksi membantu guru memahami tindakan yang perlu dilakukan pada setiap tahap pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar tetap berjalan sesuai tujuan yang telah dirancang.
Memiliki Sistem Pendukung
Setiap model pembelajaran memerlukan sistem pendukung agar dapat diterapkan secara optimal. Sistem pendukung dapat berupa media pembelajaran, bahan ajar, perangkat pembelajaran, lingkungan belajar, maupun sarana lainnya.
Ketersediaan sistem pendukung memengaruhi keberhasilan penerapan model pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menyiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran sebelum proses belajar dimulai.
Memiliki Dampak Pembelajaran
Salah satu ciri-ciri model pembelajaran yang sering dijelaskan oleh para ahli adalah adanya dampak pembelajaran. Dampak tersebut meliputi dampak langsung maupun dampak pengiring.
Dampak langsung berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Sementara itu, dampak pengiring muncul sebagai hasil tambahan selama proses belajar berlangsung, seperti meningkatnya kemampuan bekerja sama, komunikasi, tanggung jawab, atau berpikir kritis.
Keberadaan kedua jenis dampak tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada perkembangan kemampuan peserta didik secara menyeluruh.
Kesimpulan
Pada akhirnya, ciri-ciri model pembelajaran menunjukkan bahwa sebuah model pembelajaran memiliki karakteristik yang sistematis dan saling berkaitan. Karakteristik tersebut meliputi landasan teoretis, tujuan pembelajaran, sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, serta dampak pembelajaran. Dengan memahami ciri-ciri tersebut, pendidik dapat membedakan model pembelajaran dari konsep pembelajaran lainnya serta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai hakikat model pembelajaran.
